Jumat, 19 November 2010

Nasib TKI

Sudah berapa kali kita harus mendengar berita tentang kekerasan yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri? Dari yang mengalami cacat fisik hingga kehilangan nyawa karena penganiayaan majikan. Apakah kita terus tutup mata terhadap nasib para TKI, yang sering disebut Pahlawan Devisa? Bahkan dari sekian banyak kasus, kasus Sumiati dan Kikim yang akhirnya memancing reaksi keras pemerintah untuk melindungi nasib warga negaranya di luar negeri.

Tragis dan miris memang. Mengapa harus menunggu jatuh banyak korban untuk bertindak..? Tetapi pepatah orang Indonesia "Lebih baik terlambat daripada tidak samasekali" seringkali membuat maklum tindakan pemerintah kita sedikit terlambat..

Yaah... lebih baik terlambat daripada tidak samasekali, bukan...?

1 komentar:

  1. karena pemerintah sudah keterlaluan,yang jd tikus kantor semakin di lindungi,yg kecil semakin di injak injak..huft....^_^

    BalasHapus