Senin, 21 Maret 2011

Laci Tiga : Teenager Period

Masa remajaku, seperti masa remaja lainnya selalu penuh warna. Masa kecilku, saat SD, aku anak yang sangat amat pendiam.. Tapi aku selalu tampil di segala kegiatan. Ikut lomba puisi (dan selalu mendapat juara), paduan suara, petugas upacara. Dasar banci tampil, kegemaranku ikut lomba dan tampil di segala kegiatan ini berlangsung hingga SMA.

Sampai SMP, aku masih dikenal sebagai anak yang pendiam, tapi aktif. Temanku ga banyak. Cuma teman sebangku atau yang duduknya berdekatan denganku. Aku terkenal sulit beradaptasi dan susah sekali akrab dengan orang baru. Tapi di SMP pula aku mengenal cinta monyet. Namanya cinta monyet, aku cuma berani naksir. Ada cowok yang aku suka banget, tapi aku cuma bisa diam. Sebagai cewek, gengsi dong kalo kita nyatain perasaan duluan. Jadi aku cuma bisa liat cowok yang kutaksir dari jauh, menikmati senyumnya, dan memimpikan dia... ceileee... Meskipun ga pernah jadian,  tapi aku menikmati perasaan itu. Karena sangat menyenangkan bila mendapat kiriman salam darinya. Hehe.. Di sekolah, aku tetap aktif ikut kegiatan yang menurutku aku mampu. Lomba pidato, lomba puisi, lomba saritilawah, lomba Bahasa Inggris.. Saking giatnya aku ikut lomba, guruku sampai bosan melihatku mendaftarkan diri mengikuti lomba. Bahkan pernah aku dilarang ikut lomba menyanyi, karena aku sudah mendaftar ikut lomba Matematika, Bahasa Inggris dan pidato. Hehe..

Masuk usia SMA, aku mulai mengalami perubahan. Aku mulai membuka diri, mulai dikenal sebagai anak yang "ramai" dan cepat akrab. Aku sendiri ga ngerti kenapa aku bisa berubah 360 derajat. Teman-temanku lebih banyak cowok. Tiap hari selalu ada cowok-cowok yang main ke rumah. Ibu sampai heran melihat perubahanku. Dulu ga punya teman, sekarang temannya ga berhenti datang ke rumah. Saat aku harus masuk rumah sakit karena asma, teman-teman cowokku selalu menjagaku, dan juga menghabiskan kue dan buah yang disediakan untukku. Hehe.. 

Aku masih aktif di berbagai kegiatan dan lomba. Aku masih juara bertahan lomba Puisi di kota, dan aku memenangkan juara satu Lomba Putri Kartini. Padahal aku bukan cewek cakep,lho.. Aku hitam, kurus ceking dan penyakitan. Hanya saja aku punya kadar PD yang berlebihan... Hehe.. Saat  ikut Putri Kartini, aku mengandalkan apa yang ada dalam diriku, jadi aku tidak berusaha jaim di depan juri. Eh, ga disangka aku malah mengalahkan cewek-cewek  lain yang jauh lebih cantik dan pintar.. Wah ini sih namanya ketiban nangka (aku ga suka duren, hehe)

Aku ini ibarat ugly duckling. Itik buruk rupa. Tapi aku selalu menunjukkan potensiku, jadi selain ikut berbagai lomba, aku ikut KIR, basket, vocal group dan band. Pokoknya selama aku merasa mampu, aku ikut. Aku berusaha menunjukkan pada orang lain, meskipun aku bukan cewek idola yang dikejar-kejar banyak cowok, tapi aku bisa berprestasi dan punya teman banyak. Aku bersyukur punya teman-teman yang menyayangi dan melindungi aku. Bahkan hingga saat ini, aku masih berhubungan baik dengan mereka.

Aku memiliki pacar saat SMA... cihuy...! Dan entah disengaja atau tidak, pacarku selalu orang keturunan tionghoa. Tapi ga ada dari pacar-pacarku itu yang kuanggap serius, semua selalu berakhir cepat. Kecuali satu. Pacar terakhirku ini bertahan lama, bahkan sekarang jadi suamiku.. Asyiiik....  

Aku sangat menikmati masa remajaku, walau aku harus mengakhirinya dengan cepat karena menikah muda. Aku ga akan cerita sekarang, tapi aku harus mengakui, masa remaja memang penuh warna...:)

Kamis, 17 Maret 2011

Laci Dua : Maen yuuuk....

Meskipun aku sering sakit, aku lumayan bandel kalo maen.. Masa kecilku diisi dengan maen bersama tetangga-tetangga. Permainan yang kita mainin biasanya permainan tradisional. Gobak Sodor, Petak Umpet dan sebagainya.. Yah permainan jaman aku kecil sih ga kayak permainan sekarang. Dulu mah ga ada yang namanya playstation, atau video games lain. Paling banter tetris. Hehehe...

Anak sekarang mana tahu permainan yang asyik-asyik kayak zaman dulu. Taunya duduk di depan komputer, atau depan tivi, maen game online, game PC atau playstation. Dulu, anak-anak main di sawah, di sungai, di lapangan. Kalo cuaca lagi panas banget, kita maen ke sawah atau ke sungai.

Pernah saat maen di sungai, aku kecebur. Saat itu kita lompat dari batu ke batu lain di sungai. Tahu sendiri kan, batu di sungai ukurannya jumbo. Pas lompat ke atas batu yang di tengah sungai, aku terpeleset. Dan langsung deh, pluuung...! Keceburlah aku... Padahal aku ga bisa renang. Kebayang gimana paniknya aku. Di dalam air, aku bisa lihat berbagi macam. Ikan, batu, dan kaki teman-temanku. Untung saat itu aku ga sendiri, jadi langsung ada yang nolongin dan menarikku dari dalam air. Haaaaah......menyeramkan bangeeet....!

Ibu sama sekali ga tahu kejadian aku nyemplung sungai itu. Karena setelah kecebur, aku dan adikku langsung ke sawah, untuk mengeringkan badan. Hehe... 

Tiap Ramadhan pun, selalu seru. Habis sahur, aku dan adikku langsung keluar untuk maen.Padahal masih gelap kan... Kita maen gobak sodor atau pathil lele..  Kira-kira jam 5 subuh,permainan berhenti. Itu karena kita udah capek dan haus... Hehe.. Baru subuh udah haus.. Gimana ga haus, wong maennya lari-lari melulu...

Duuuh...kalo inget dulu, pengen banget maen seperti jaman masih jadi anak-anak.. Karena permainan dulu mengajarkan kerjasama, sosial dan kesetiakawanan. Kalo sekarang permainannya individu, bikin anak anti sosial dan hidup di dunianya sendiri. Anakku aja ga pernah merasakan main seperti aku dulu. Dia sejak kecil sudah bersentuhan dengan teknologi, dan akibatnya dia juga ga pernah maen ke luar sama tetangga. Hmmmm.... 

Hei... maen yuuuk.....!!!

Rabu, 16 Maret 2011

Laci Satu : So, kenapa kalau aku sakit?

Yang pertama tersimpan dalam laciku adalah, penyakitku. Di keluargaku, aku adalah anak orangtuaku yang paling sering sakit. Asma adalah penyakit utamaku, Mungkin karena itu, orangtuaku juga keluarga besarku, begitu berhati-hati memperlakukanku. Kadang aku merasa, mereka terlalu menjagaku, padahal aku ingin melakukan banyak hal. Dan itu sering membuatku kesal.

Kalau orangtuaku hendak menjenguk Kakek di Malang, aku selalu dititipkan di rumah budhe. Mereka takut aku masuk angin, mabuk darat, lalu sakit. Semula aku sih biasa-biasa aja. Namun lama-lama aku merasa kesal juga. Karena yang diingat oleh keluarga di Malang adalah adikku yang selalu diajak orangtuaku, bukan aku. Yang ditanyakan selalu adikku, bukan aku. Dan itu menyebalkan, bukan?

Kemudian masalah penyakit ini, juga menghambat kegiatanku. Aku orangnya ambisius dan ingin mengikuti banyak hal. Tapi orangtuaku banyak melarang. Kalau sakit, gimana? Saat kecil sih, aku menurut saja. Tapi beranjak remaja, aku mulai membandel. Diam-diam aku ikut ekskul basket, padahal tahu sendiri kan, orang dengan penyakit asma ga boleh lari.. Untuk mengelabui orangtuaku, aku selalu sedia obat asma yang kubeli di warung di dalam tas. Jadi begitu terasa asma mulai kambuh, aku langsung minum obat itu. Yang penting orangtuaku ga tahu.

Atau saat aku masuk dalam band. Bapak menentang keras. Alasannya, nanti kalau latihan band yang selalu sore sampai malam hari, aku akan capek dan sakit. Untung ibu mendukungku, sehingga kalau aku latihan band, ibu yang menutupiku. Walau akhirnya bapak setuju bahkan mendukung kalau aku menyanyi, setelah band kami memenangkan festival band, meskipun cuma juara tiga... Hehehe...

Saat aku melahirkan, orangtuaku takut asmaku kambuh karena kontraksi. Alhamdulillah, asmaku ga kambuh saat melahirkan, bahkan aku cuma butuh 5 jam untuk melahirkan. Not bad bukan untuk orang penyakitan yang melahirkan anak pertama secara normal..?

Penyakitan ini terbawa sampai ke pekerjaanku. Di sekolah, aku jarang diikutkan kegiatan yang kira-kira menguras energi fisik. Padahal aku senang kalo dilibatkan dalam banyak hal, selama aku bisa. Aku selalu berusaha menunjukkan kalau aku mampu, jangan lihat kondisi kesehatanku. Toh kalau aku sakit, aku akan berhenti. Aku sebal sekali kalau teman-temanku bilang, "nanti sakit lho..." Hei, aku ini sudah dewasa, anakku udah remaja. Aku bisa jaga diriku. Aku tahu batas ketahanan tubuhku. Kalau aku merasa capek, aku pasti berhenti. Apalagi setelah tahu ternyata asmaku ini berasal dari kelainan jantung, bukan dari paru, aku tentu akan berhati-hati.

Lagipula, siapa sih yang pengen sakit...? Ga ada kan...?

So, kenapa kalau aku sakit? Selama aku masih mampu, aku akan melakukan semua tugasku dengan sebaik-baiknya. Aku bukan orang yang memanfaatkan penyakitku demi keuntungan pribadi dan lolos dari tugas. No..! Aku orangnya suka dilibatkan dalam semua hal. Pokoknya aku bisa dan aku tidak mengecewakan orang lain.

Aku sering bilang pada diriku sendiri, kalau aku ini mutant.. Kekuatanku terletak pada kelemahanku.. Haha.. Mentang-mentang idolaku Wolverine nih.... :))

Laci Dalam Hatiku - Prolog

Kata orang, hati itu seluas samudera. Bahwa hati itu bisa menampung segala hal, yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.. Namun, menurutku, hati itu seperti lemari. ada banyak laci didalamnya, dengan label yang menempel pada masing-masing laci.
Dalam laci dengan label-label itu, terdapat file yang tersimpan rapi.
Laci-laci dalam hatiku sudah penuh. Kadang aku merasa terlalu penuh sehingga rasanya aku ingin membuangnya dan mengisi dengan file baru...Semula aku bingung bagaimana cara untuk melakukan itu. Sampai aku berpikir, bagaimana kalau file-file yang menumpuk dalam hatiku itu, aku tulis saja di blog. At least, dengan menuliskannya, file-file itu sedikit demi sedikit bisa berkurang dan bisa kuisi dengan yang file baru...
Hmm... Not bad idea, right...? Seperti diary, bukan? Karena dari kecil aku menulis diary dan menyimpan beberapa diary (sebagian buku hilang), jadi mudah saja menulisnya di blog. Tinggal lihat aja di diary, sisanya aku tinggal mengingat kembal, recall my memory. Toh, aku masih bisa mengingat hal-hal yang menyesaki hatiku, karena biasanya hal-hal seperti itu selalu tersimpan dengan baik.
Jadi aku akan menuliskannya, laci demi laci....

Selasa, 15 Maret 2011

Bencana Besar Awal Supermoon

Tsunami 2004 di wilayah Samudera Hindia terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005.

Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Lindu itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu, bahkan memicu ledakan di instalasi nuklir. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini.


Beberapa orang menghubung-hubungkan musibah di Jepang dengan fenomena supermoon yang akan terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011 mendatang.

Istilah 'supermoon' merujuk pada fenomena mendekatnya Bulan ke Bumi atau disebut juga'lunar perigee'. Tahun ini, Bulan hanya akan berjarak sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer. Jarak paling dekat dalam kurun waktu 18 tahun.

Dugaan bahwa gempa Jepang terkait supermoon diperkuat fakta, beberapa bencana terjadi berdekatan dengan supermoon. Salah satunya, tsunami Aceh 2004 yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005.

Benarkan demikian? Dalam pernyataannya, Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) membantah dugaan itu. Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin mejelaskan, supermoon terjadi saat Bulan sedikit mendekat ke Bumi daripada rata-rata. Efek ini paling terlihat saat terjadi bulan purnama. "Bulan akan terlihat lebih besar, meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding biasanya," kata dia seperti dimuat situs Space.com.

Adalah astrolog, Richard Nolle yang awalnya menghubung-hubungkan fenomena supermoon dengan bencana alam. Ia mengklaim supermoon akan memicu gempa bumi, gunung meletus, dan badai besar.

Namun, Garvin membantah praduga itu. Kata dia, efek bulan terhadap bumi telah lama menjadi subyek studi. "Efek supermoon terhadap Bumi kecil. Dan menurut studi detil para seismolog dan vulanolog, kombinasi antara supermoon dan bulan purnama tidak mempengaruhu energi internal keseimbangan di bumi." Meski bulan berkaitan dengan kondisi pasang surut Bumi, itu tidak mampu memicu gempa besar dan mematikan.

Kekuatan justru berada di Bumi. "Bumi menyimpan energi di balik lapisan luar atau keraknya. Perbedaan daya pasang surut yang diakibatkan bulan (juga matahari) tidak cukup mendasari munculnya kekuatan besar dari dalam bumi."

Sebelumnya, pakar gempa dari Pusat penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, bahwa supermoon diduga bisa memicu bencana masih banyak unsur mistiknya daripada ilmiahnya. "Kita masih perlu melakukan peninjauan yang lebih ilmiah mengenai hal itu," kata Danny ketika dihubungi VIVAnews, Sabtu 12 Maret 2011.

Namun, Danny mengakui gejala supermoon memang bukan berarti harus diabaikan sama sekali. Hal itu masih cukup penting untuk diperhatikan, dalam artian kajian ilmiah lebih lanjut penting untuk dilakukan. "Kita harus menggunakan penelitian ilmiah sebagai patokan. Jangan berpatokan pada mitos-mitos atau hal-hal yang sifatnya mungkin kebetulan."

Sumber dari VIVAnews

Rabu, 02 Maret 2011

Horeee.....I'm thinner...!

Setelah bertahun-tahun nyoba berbagai macam diet, dan selalu gagal... akhirnya dalam seminggu aku  bisa menurunkan berat badanku 4 kg....! 

Mulanya aku ga percaya dengan promosi lewat  facebook,karena banyak banget promosi tentang pelangsing tubuh. Tapi ada satu promosi yang bikin aku tertarik. Yaitu makan 4 x sehari atau lebih dari 3 x sehari dalam 11 hari, bisa menurunkan berat badan 4-5 kg... Hmmm, kenapa ga kucoba aja..? Toh ini diet yang ga menyiksa. Biasanya diet yang kucoba bikin aku kelaparan atau diare.

And guess what..! Ternyata benar, dalam seminggu berat badanku turun 4 kg! Celana, baju, seragam kerja yang dulu sempit, sekarang enak banget dipake.. Makan 4 x sehari, sedikit2 porsinya, dan makan malam jangan dicampur antara karbo dan protein...

I L0ve It...!

Sekarang targetku turun 2 kg lagi... Ayo..pasti bisa....!