Rabu, 22 Desember 2010

It's Mom's Day

Buatku, IBU adalah segalanya... Mungkin aku ga bisa memberikan semua yang ibu mau... Tapi aku berusaha memberikan apa yang ibu harapkan dariku...

Dari Ibu aku belajar menjadi wanita yang tegar

Dari Ibu aku belajar menjadi wanita mandiri, tidak pernah menggantungkan hidup padda seorang lelaki

Dari Ibu pula aku belajar tidak menuntut anakku menjadi yang kuinginkan, tapi membimbing dia menjadi apa yang dia mau..

Happy Mother's Day, Ibu...

I'm a mother too, and I know how hard to be a mother nowadays...


Jumat, 03 Desember 2010

KOREA oh KOREA

Demam Korea...!

Dari drama seri sampai band...

Anakku yang udah ABG pun kena demam ini.. Dan cukup parah..! Di kamarnya penuh dengan poster Super Junior, 2 PM, 2 AM dll... Padahal sebelumnya banyak poster Harry Potter... Majalah dan tabloid yang diburu pun yang khusus Korea.  Bahkan sampai beli kamus Korea untuk mempelajari bahasanya, jadi dia bisa ngerti dikit-dikit bahasa Korea. 

Yang bikin aku geleng-geleng, tiap hari yang dia dengar di MP3 playernya adalah lagu korea, yang dia lihat adalah DVD drama Korea, bahkan DVD bonus dari majalah yang isinya konser dan music video penyanyi dan band Korea dia lihat tiap hari... 

Super Junior yang anggotanya 10 orang (dulu 13 orang, bayangin keroyokannya...!), dia hapal tiap personilnya, bahkan suara tiap personil pun dia hapal. Lagu-lagunya apalagi.. Dan emang sih, lagu-lagunya lumayan juga.. Tapi sampe hapal tiap personil itu yang bikin heran. Padahal menurutku, wajah mereka sama semua, SIPIT...! Hehe!

Belum lagi band lainnya, 2 PM, 2 AM, Wonder Girls dll. Dia hapal semua... ckckckck.. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada anakku, sahabat-sahabat anakku pun begitu. Di twitter yang diomongin korea... Aku yakin, di sekolah pun yang diomongin pasti Korean artists, bukan cowok-cowok teman sekolah mereka.

Tapi anehnya, anakku sama sekali ga suka dengan pemain bola Korea Park Ji Suhn (bener ga sih tulisannya?). Pasti karena wajahnya ga keren... hehehe... Kalo aku sih suka banget sama Ahn Jun Wan (bener ga tulisannya?) hehe!

Hmmmm..... Kenapa Korea bisa merajalela di Indonesia seperti ini ya..? Kenapa Indonesia tidak bisa menghasilkan artis yang merajalela di Korea? Gantian gitu... 


Ketika Dua Bahasa Bertemu

Minggu lalu kami pergi ke Pamekasan, Madura. Keluarga besar ibu mertua mengadakan pertemuan keluarga rutin. Aku antusias setiap kali pergi ke Madura. Dari masih harus antri di Pelabuhan Ujung untuk menyeberang lewat laut, hingga menyeberang lebih singkat lewat Jembatan Suramadu.

Madura bagiku seperti pulau eksotis, sama seperti Bali. Tiap datang ke Madura, atau ke Bali, selalu ada budaya yang berbeda dengan budaya Jawa. Dari bahasa, sampai gaya hidup. Di Madura, aku selalu jadi orang bloon, karena sama sekali tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan. Padahal aku jadi menantu orang Madura sudah 15 tahun! Tapi tetap saja aku ga ngerti saat orang-orang Madura bertemu dan ngobrol dalam bahasa Madura.

Saat pertemuan keluarga pun, aku cuma bisa bengong dan ngobrol dengan anakku yang juga blank dengan bahasa Madura. 

Satu hal yang aku suka tentang orang Madura (asli Madura bukan Madura bo'ongan), mereka sangat royal. Saking royalnya, kadang aku lihat kurang perhitungan. Orang Madura memang terkenal keras, tapi itu mungkin karena pengaruh geografis. Madura sangat panas dan masyarakatnya dituntut bekerja lebih keras daripada orang Jawa.

Tapi bila di televisi kita selalu disuguhi pemandangan orang Madura bicara dengan logat yang medok, itu juga tidak sepenuhnya benar. Keluarga mertuaku yang medok logat Maduranya hanya almarhum nenek. Mertuaku dan adik-adiknya sama sekali ga medok. Bahkan mereka bisa berbahasa Jawa krama inggil dengan baik. Ironis sekali, sementara anak dan suamiku yang lahir dan besar di Jawa ga bisa berbahasa Jawa krama inggil dengan baik. Mungkin karena sehari-hari mereka berbahasa Jawa ngoko, bukan inggil.

Bagaimanapun, lucu sekali bila keluarga mertuaku ngomong bahasa Madura, sementara aku dan anakku ngomong Jawa. Jadi roaming, ga nyambung...!Hehe!