Yang pertama tersimpan dalam laciku adalah, penyakitku. Di keluargaku, aku adalah anak orangtuaku yang paling sering sakit. Asma adalah penyakit utamaku, Mungkin karena itu, orangtuaku juga keluarga besarku, begitu berhati-hati memperlakukanku. Kadang aku merasa, mereka terlalu menjagaku, padahal aku ingin melakukan banyak hal. Dan itu sering membuatku kesal.
Kalau orangtuaku hendak menjenguk Kakek di Malang, aku selalu dititipkan di rumah budhe. Mereka takut aku masuk angin, mabuk darat, lalu sakit. Semula aku sih biasa-biasa aja. Namun lama-lama aku merasa kesal juga. Karena yang diingat oleh keluarga di Malang adalah adikku yang selalu diajak orangtuaku, bukan aku. Yang ditanyakan selalu adikku, bukan aku. Dan itu menyebalkan, bukan?
Kemudian masalah penyakit ini, juga menghambat kegiatanku. Aku orangnya ambisius dan ingin mengikuti banyak hal. Tapi orangtuaku banyak melarang. Kalau sakit, gimana? Saat kecil sih, aku menurut saja. Tapi beranjak remaja, aku mulai membandel. Diam-diam aku ikut ekskul basket, padahal tahu sendiri kan, orang dengan penyakit asma ga boleh lari.. Untuk mengelabui orangtuaku, aku selalu sedia obat asma yang kubeli di warung di dalam tas. Jadi begitu terasa asma mulai kambuh, aku langsung minum obat itu. Yang penting orangtuaku ga tahu.
Atau saat aku masuk dalam band. Bapak menentang keras. Alasannya, nanti kalau latihan band yang selalu sore sampai malam hari, aku akan capek dan sakit. Untung ibu mendukungku, sehingga kalau aku latihan band, ibu yang menutupiku. Walau akhirnya bapak setuju bahkan mendukung kalau aku menyanyi, setelah band kami memenangkan festival band, meskipun cuma juara tiga... Hehehe...
Saat aku melahirkan, orangtuaku takut asmaku kambuh karena kontraksi. Alhamdulillah, asmaku ga kambuh saat melahirkan, bahkan aku cuma butuh 5 jam untuk melahirkan. Not bad bukan untuk orang penyakitan yang melahirkan anak pertama secara normal..?
Penyakitan ini terbawa sampai ke pekerjaanku. Di sekolah, aku jarang diikutkan kegiatan yang kira-kira menguras energi fisik. Padahal aku senang kalo dilibatkan dalam banyak hal, selama aku bisa. Aku selalu berusaha menunjukkan kalau aku mampu, jangan lihat kondisi kesehatanku. Toh kalau aku sakit, aku akan berhenti. Aku sebal sekali kalau teman-temanku bilang, "nanti sakit lho..." Hei, aku ini sudah dewasa, anakku udah remaja. Aku bisa jaga diriku. Aku tahu batas ketahanan tubuhku. Kalau aku merasa capek, aku pasti berhenti. Apalagi setelah tahu ternyata asmaku ini berasal dari kelainan jantung, bukan dari paru, aku tentu akan berhati-hati.
Lagipula, siapa sih yang pengen sakit...? Ga ada kan...?
So, kenapa kalau aku sakit? Selama aku masih mampu, aku akan melakukan semua tugasku dengan sebaik-baiknya. Aku bukan orang yang memanfaatkan penyakitku demi keuntungan pribadi dan lolos dari tugas. No..! Aku orangnya suka dilibatkan dalam semua hal. Pokoknya aku bisa dan aku tidak mengecewakan orang lain.
Aku sering bilang pada diriku sendiri, kalau aku ini mutant.. Kekuatanku terletak pada kelemahanku.. Haha.. Mentang-mentang idolaku Wolverine nih.... :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar