Kamis, 17 Maret 2011

Laci Dua : Maen yuuuk....

Meskipun aku sering sakit, aku lumayan bandel kalo maen.. Masa kecilku diisi dengan maen bersama tetangga-tetangga. Permainan yang kita mainin biasanya permainan tradisional. Gobak Sodor, Petak Umpet dan sebagainya.. Yah permainan jaman aku kecil sih ga kayak permainan sekarang. Dulu mah ga ada yang namanya playstation, atau video games lain. Paling banter tetris. Hehehe...

Anak sekarang mana tahu permainan yang asyik-asyik kayak zaman dulu. Taunya duduk di depan komputer, atau depan tivi, maen game online, game PC atau playstation. Dulu, anak-anak main di sawah, di sungai, di lapangan. Kalo cuaca lagi panas banget, kita maen ke sawah atau ke sungai.

Pernah saat maen di sungai, aku kecebur. Saat itu kita lompat dari batu ke batu lain di sungai. Tahu sendiri kan, batu di sungai ukurannya jumbo. Pas lompat ke atas batu yang di tengah sungai, aku terpeleset. Dan langsung deh, pluuung...! Keceburlah aku... Padahal aku ga bisa renang. Kebayang gimana paniknya aku. Di dalam air, aku bisa lihat berbagi macam. Ikan, batu, dan kaki teman-temanku. Untung saat itu aku ga sendiri, jadi langsung ada yang nolongin dan menarikku dari dalam air. Haaaaah......menyeramkan bangeeet....!

Ibu sama sekali ga tahu kejadian aku nyemplung sungai itu. Karena setelah kecebur, aku dan adikku langsung ke sawah, untuk mengeringkan badan. Hehe... 

Tiap Ramadhan pun, selalu seru. Habis sahur, aku dan adikku langsung keluar untuk maen.Padahal masih gelap kan... Kita maen gobak sodor atau pathil lele..  Kira-kira jam 5 subuh,permainan berhenti. Itu karena kita udah capek dan haus... Hehe.. Baru subuh udah haus.. Gimana ga haus, wong maennya lari-lari melulu...

Duuuh...kalo inget dulu, pengen banget maen seperti jaman masih jadi anak-anak.. Karena permainan dulu mengajarkan kerjasama, sosial dan kesetiakawanan. Kalo sekarang permainannya individu, bikin anak anti sosial dan hidup di dunianya sendiri. Anakku aja ga pernah merasakan main seperti aku dulu. Dia sejak kecil sudah bersentuhan dengan teknologi, dan akibatnya dia juga ga pernah maen ke luar sama tetangga. Hmmmm.... 

Hei... maen yuuuk.....!!!

Rabu, 16 Maret 2011

Laci Satu : So, kenapa kalau aku sakit?

Yang pertama tersimpan dalam laciku adalah, penyakitku. Di keluargaku, aku adalah anak orangtuaku yang paling sering sakit. Asma adalah penyakit utamaku, Mungkin karena itu, orangtuaku juga keluarga besarku, begitu berhati-hati memperlakukanku. Kadang aku merasa, mereka terlalu menjagaku, padahal aku ingin melakukan banyak hal. Dan itu sering membuatku kesal.

Kalau orangtuaku hendak menjenguk Kakek di Malang, aku selalu dititipkan di rumah budhe. Mereka takut aku masuk angin, mabuk darat, lalu sakit. Semula aku sih biasa-biasa aja. Namun lama-lama aku merasa kesal juga. Karena yang diingat oleh keluarga di Malang adalah adikku yang selalu diajak orangtuaku, bukan aku. Yang ditanyakan selalu adikku, bukan aku. Dan itu menyebalkan, bukan?

Kemudian masalah penyakit ini, juga menghambat kegiatanku. Aku orangnya ambisius dan ingin mengikuti banyak hal. Tapi orangtuaku banyak melarang. Kalau sakit, gimana? Saat kecil sih, aku menurut saja. Tapi beranjak remaja, aku mulai membandel. Diam-diam aku ikut ekskul basket, padahal tahu sendiri kan, orang dengan penyakit asma ga boleh lari.. Untuk mengelabui orangtuaku, aku selalu sedia obat asma yang kubeli di warung di dalam tas. Jadi begitu terasa asma mulai kambuh, aku langsung minum obat itu. Yang penting orangtuaku ga tahu.

Atau saat aku masuk dalam band. Bapak menentang keras. Alasannya, nanti kalau latihan band yang selalu sore sampai malam hari, aku akan capek dan sakit. Untung ibu mendukungku, sehingga kalau aku latihan band, ibu yang menutupiku. Walau akhirnya bapak setuju bahkan mendukung kalau aku menyanyi, setelah band kami memenangkan festival band, meskipun cuma juara tiga... Hehehe...

Saat aku melahirkan, orangtuaku takut asmaku kambuh karena kontraksi. Alhamdulillah, asmaku ga kambuh saat melahirkan, bahkan aku cuma butuh 5 jam untuk melahirkan. Not bad bukan untuk orang penyakitan yang melahirkan anak pertama secara normal..?

Penyakitan ini terbawa sampai ke pekerjaanku. Di sekolah, aku jarang diikutkan kegiatan yang kira-kira menguras energi fisik. Padahal aku senang kalo dilibatkan dalam banyak hal, selama aku bisa. Aku selalu berusaha menunjukkan kalau aku mampu, jangan lihat kondisi kesehatanku. Toh kalau aku sakit, aku akan berhenti. Aku sebal sekali kalau teman-temanku bilang, "nanti sakit lho..." Hei, aku ini sudah dewasa, anakku udah remaja. Aku bisa jaga diriku. Aku tahu batas ketahanan tubuhku. Kalau aku merasa capek, aku pasti berhenti. Apalagi setelah tahu ternyata asmaku ini berasal dari kelainan jantung, bukan dari paru, aku tentu akan berhati-hati.

Lagipula, siapa sih yang pengen sakit...? Ga ada kan...?

So, kenapa kalau aku sakit? Selama aku masih mampu, aku akan melakukan semua tugasku dengan sebaik-baiknya. Aku bukan orang yang memanfaatkan penyakitku demi keuntungan pribadi dan lolos dari tugas. No..! Aku orangnya suka dilibatkan dalam semua hal. Pokoknya aku bisa dan aku tidak mengecewakan orang lain.

Aku sering bilang pada diriku sendiri, kalau aku ini mutant.. Kekuatanku terletak pada kelemahanku.. Haha.. Mentang-mentang idolaku Wolverine nih.... :))

Laci Dalam Hatiku - Prolog

Kata orang, hati itu seluas samudera. Bahwa hati itu bisa menampung segala hal, yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.. Namun, menurutku, hati itu seperti lemari. ada banyak laci didalamnya, dengan label yang menempel pada masing-masing laci.
Dalam laci dengan label-label itu, terdapat file yang tersimpan rapi.
Laci-laci dalam hatiku sudah penuh. Kadang aku merasa terlalu penuh sehingga rasanya aku ingin membuangnya dan mengisi dengan file baru...Semula aku bingung bagaimana cara untuk melakukan itu. Sampai aku berpikir, bagaimana kalau file-file yang menumpuk dalam hatiku itu, aku tulis saja di blog. At least, dengan menuliskannya, file-file itu sedikit demi sedikit bisa berkurang dan bisa kuisi dengan yang file baru...
Hmm... Not bad idea, right...? Seperti diary, bukan? Karena dari kecil aku menulis diary dan menyimpan beberapa diary (sebagian buku hilang), jadi mudah saja menulisnya di blog. Tinggal lihat aja di diary, sisanya aku tinggal mengingat kembal, recall my memory. Toh, aku masih bisa mengingat hal-hal yang menyesaki hatiku, karena biasanya hal-hal seperti itu selalu tersimpan dengan baik.
Jadi aku akan menuliskannya, laci demi laci....

Selasa, 15 Maret 2011

Bencana Besar Awal Supermoon

Tsunami 2004 di wilayah Samudera Hindia terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005.

Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Lindu itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu, bahkan memicu ledakan di instalasi nuklir. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini.


Beberapa orang menghubung-hubungkan musibah di Jepang dengan fenomena supermoon yang akan terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011 mendatang.

Istilah 'supermoon' merujuk pada fenomena mendekatnya Bulan ke Bumi atau disebut juga'lunar perigee'. Tahun ini, Bulan hanya akan berjarak sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer. Jarak paling dekat dalam kurun waktu 18 tahun.

Dugaan bahwa gempa Jepang terkait supermoon diperkuat fakta, beberapa bencana terjadi berdekatan dengan supermoon. Salah satunya, tsunami Aceh 2004 yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005.

Benarkan demikian? Dalam pernyataannya, Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) membantah dugaan itu. Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin mejelaskan, supermoon terjadi saat Bulan sedikit mendekat ke Bumi daripada rata-rata. Efek ini paling terlihat saat terjadi bulan purnama. "Bulan akan terlihat lebih besar, meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding biasanya," kata dia seperti dimuat situs Space.com.

Adalah astrolog, Richard Nolle yang awalnya menghubung-hubungkan fenomena supermoon dengan bencana alam. Ia mengklaim supermoon akan memicu gempa bumi, gunung meletus, dan badai besar.

Namun, Garvin membantah praduga itu. Kata dia, efek bulan terhadap bumi telah lama menjadi subyek studi. "Efek supermoon terhadap Bumi kecil. Dan menurut studi detil para seismolog dan vulanolog, kombinasi antara supermoon dan bulan purnama tidak mempengaruhu energi internal keseimbangan di bumi." Meski bulan berkaitan dengan kondisi pasang surut Bumi, itu tidak mampu memicu gempa besar dan mematikan.

Kekuatan justru berada di Bumi. "Bumi menyimpan energi di balik lapisan luar atau keraknya. Perbedaan daya pasang surut yang diakibatkan bulan (juga matahari) tidak cukup mendasari munculnya kekuatan besar dari dalam bumi."

Sebelumnya, pakar gempa dari Pusat penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, bahwa supermoon diduga bisa memicu bencana masih banyak unsur mistiknya daripada ilmiahnya. "Kita masih perlu melakukan peninjauan yang lebih ilmiah mengenai hal itu," kata Danny ketika dihubungi VIVAnews, Sabtu 12 Maret 2011.

Namun, Danny mengakui gejala supermoon memang bukan berarti harus diabaikan sama sekali. Hal itu masih cukup penting untuk diperhatikan, dalam artian kajian ilmiah lebih lanjut penting untuk dilakukan. "Kita harus menggunakan penelitian ilmiah sebagai patokan. Jangan berpatokan pada mitos-mitos atau hal-hal yang sifatnya mungkin kebetulan."

Sumber dari VIVAnews

Rabu, 02 Maret 2011

Horeee.....I'm thinner...!

Setelah bertahun-tahun nyoba berbagai macam diet, dan selalu gagal... akhirnya dalam seminggu aku  bisa menurunkan berat badanku 4 kg....! 

Mulanya aku ga percaya dengan promosi lewat  facebook,karena banyak banget promosi tentang pelangsing tubuh. Tapi ada satu promosi yang bikin aku tertarik. Yaitu makan 4 x sehari atau lebih dari 3 x sehari dalam 11 hari, bisa menurunkan berat badan 4-5 kg... Hmmm, kenapa ga kucoba aja..? Toh ini diet yang ga menyiksa. Biasanya diet yang kucoba bikin aku kelaparan atau diare.

And guess what..! Ternyata benar, dalam seminggu berat badanku turun 4 kg! Celana, baju, seragam kerja yang dulu sempit, sekarang enak banget dipake.. Makan 4 x sehari, sedikit2 porsinya, dan makan malam jangan dicampur antara karbo dan protein...

I L0ve It...!

Sekarang targetku turun 2 kg lagi... Ayo..pasti bisa....!

Senin, 21 Februari 2011

Tetangga yang menyebalkan

Pernah punya tetangga yang annoying banget ga? Pasti pernah kan..? Tetanggaku ini disebut tetangga bukan, karena dia ga mukim di daerah tempat tinggalku. Tp dia punya lahan persis di sebelah rumah. Yang nyebelin, lahan kosong ini ditanami pohon jati dan ada kandang ayam. Bayangin aja, kebuh jati dan kandang ayam di dalam perumahan! Kayak orang ga ngerti aja, kalo di perumahan itu mana boleh menanam tanaman atau memelihara hewan yang membuat kotor lingkungan. Pohon jatinya yang tinggi, kalo angin kenceng bikin takut. Siapa yang ga takut coba, suaranya kalo kena angin nyeremin, belum lagi resiko tumbang menimpa rumah di kanan kirinya (rumahku sebelah kirinya). Akar pohon jati bisa ngerusak pondasi rumah. Kandang ayam kotor, ga pernah diurusin. Ayamnya keluar masuk halaman rumahku seenaknya, matukin tanamanku, dan buang kotoran seenaknya. Semoga aja ga ada virus flu burung, kalo sampe kejadian, aku tuntut tetangga pemilik lahan itu.

Akhir2 ini keluargaku dilanda gatal-gatal. Aku khawatir karena nyamuk atau binatang lain yang hidup di lingkungan kotor penyebab gatal2 ini. Padahal sudah berkali-kali aku SMS pemilik lahan, mohon pengertiannya untuk membersihkan lahannya. Tapi ga digubris sama sekali. Bahkan sudah dilaporkan pada Ketua RT, tapi tetap ga ada tindakan.Annoying banget kan...?

Kira-kira harus diapain ya tetangga seperti ini..?

Sabtu, 19 Februari 2011

Ga bisa nonton film di bioskop lagi

Keluargaku suka banget nonton film. Tapi bukan sembarang film. Aku, suami dan anakku, kami bertiga lebih suka nonton film yang berkualitas, bukan film komersil tp ga mutu. Jujur aja, saking demennya kita nonton, koleksi film di rumah jumlahnya lebih dari 300 judul, 99 % film luar (hollywood, anime, drama korea). Film Indonesia cuma 2 judul aja, Laskar Pelangi dan Gie. Bukan kita ga suka film Indonesia, tapi karena menurut kita, film Indonesia yang bermutu dikit banget. Dari 2 judul tadi, ada beberapa sih yang bagus, seperti Sang Pencerah. Tapi kita emang lebih suka nonton film luar. Pertama, film luar yang bermutu, emang dijamin bermutu. Dari akting pemain, jalan cerita, special effect, sutradara, musiknya, semua pas dan kesannya ga dipaksain. Anime jepang (bukan serial) ide ceritanya selalu fresh. Drama korea, biar ceritanya sebenarnya itu-itu saja, tp akting pemainnya natural banget, ga lebay kayak pemain sinetron.

Tapi emang ga semua film hollywood kita suka. Seperti Twilight chronicles, kita cuma nonton di bioskop yg Twilight aja, itupun karena pengen tau aja setelah baca bukunya. Setelah nonton Twilight, kita ga pengen nonton sekuelnya, karena menurut kita filmnya biasa aja. Akting pemainnya standar. Kita bahkan ga pengen beli DVD-nya untuk koleksi. 

Nonton film bener-bener bikin stress kita ilang... sama dengan baca buku, karena kita juga pecinta buku. Kalo di tivi ga ada yang nagus untuk ditonton, secara isinya sinetron semua dan kita ga ada yang suka sinetron, kita pasti punya empat pilihan. Satu, setel DVD. Dua, masuk kamar dan baca buku. Tiga, buka netbook dan menjelajah dunia maya. Empat,main gitar. Mungkin kesannya keluargaku jadi kayak orang autis. Tapi justru dengan Empat pilihan tadi, kita jadi lebih banyak pengetahuan dari teman lain. Anakku bahasa inggrisnya lebih bagus dari temannya, karena terbiasa nonton film luar (hollywood, jepang, korea) di DVD dengan teks bahasa inggris. Aku dan suami mewajibkan anakku nonton DVD dengan teks bahasa Inggris, agar dia lebih tahu bahasa Inggris secara luas dan komplit. 

Lalu dengan baca buku, kita bisa tahu banyak hal di dunia tanpa harus keliling dunia (walaupun pengen banget travelling around the world).  Dengan berinternet, kita bisa tahu berita2 yang ga disiarkan di tivi, selain itu bisa sosialisasi tanpa batas. Main gitar, hmmm.... Kita seneng musik, dan kebetulan bisa main gitar semua, meskipun aku dan anakku masih belajar banget. Dengan musik, bener2 bikin relaks...

Empat alternatif meredakan stress keluargaku itu, bentar lagi bakal terhambat salah satu. Bentar lagi, kita ga bisa nonton film di bioskop, karena bakalan ga ada lagi film hollywood diputer di bioskop. Dan ini menjengkelkan...! Karena kita jadi ga bisa nonton Harry Potter and the deathly hallows part II...! Padahal tak ada satu seripun dari Harry Potter terlewat oleh kita di bioskop...! Shit...! Kebijakan menaikkan pajak impor film hollywood yg pada awalnya bertujuan melindungi produksi dalam negeri, menurutku malah jadi bumerang. Kalo cuma ada film lokal di bioskop, bukan ga mungkin kita bakal disuguhi film porno melulu...! Sekarang aja, film horor ada pornonya, film komedi ada pornonya. Lama-lama bakal ada film full porno diputer di bioskop. Trus apa itu yang namanya melindungi produksi dalam negeri...?

Kalo banyak kejahatan seksual dilakukan remaja semakin merajalela, jangan salahkan siapa-siapa. Itu semua karena tontonan yang ga layak tonton tapi tetep diputer dengan alasan Cinta Produksi Dalam Negeri...